understanding-informatics
Anxiety,  Featured

Understanding Informatics – Catatan tentang Keilmuan

Tulisan tentang sebuah keresahan terdalam sejak awal kuliah hingga sekarang, understanding informatics. Oiya, ketika tulisan ini dibuat kira-kira udah 2 tahun setelah saya lulus. Saya kuliah di salah satu perguruan tinggi negeri di kota Bandung. Kota penuh “kembang” 😜 (if you know what I mean). Lain kali saya bahas lengkap review tentang kampus itu, kali aja berfaedah untuk yang lagi cari-cari kampus atau jurusan kuliah.

Boy (nama ngasal) : “Wah dah lulus lo? lama ga ketemu..”
Gw : “yoi, alhamdulillah..”
Boy : “Kuliah jurusan apa sih? Sekarang kerja dimana?”
Gw : “Teknik Informatika bro, sekarang terdampar di Bukalapak
Boy : “Hooh, IT yaa, keren-keren”
Gw : (alhamdulillah ni orang ngerti )
Boy : “Eh betewe lo bisa kan hack-in instagram mantan gw? kesel nih gw sama dia..”
Gw : (hening…) 😳🙄🥴🤕

Cuplikan obrolan di atas menjadi latar belakang artikel ini. Obrolan itu sebenenernya fiktif, tapi kira-kira itu diadopsi dari pengalaman nyata yang saya alami. Saya sedih, tapi setidaknya ada yang bisa disyukuri, dia masih cukup tau tentang dunia abstrak – IT.

Sebenernya apa sih yang sering dianggap orang dengan IT? Apa hubungannya sama latar belakang kuliah saya ? Lalu kenapa artikel ini saya kasih judul “understanding informatics“? Mari coba kita bahas ya. Semoga penjelasan saya cukup mudah dimengerti.

Informatics itu sebenernya ada dua jalur sutranya temen-temen. Jadi, tergantung jalur yang dipilih yaa. Ada jalur ilmu murni dan ada jalur rekayasa / teknik. Jalur ilmu murni (computer science) itu buat orang-orang yang suka sama penelitian, suka bikin publikasi, suka mengaji keilmuan lebih dalam. Sedangkan, jalur rekayasa (computer engineering) secara sederhana adalah bidang yang memanfaatkan keilmuannya untuk tujuan bisnis, industri, dan hasilnya adalah produk. Jadi, menurut saya IT yang orang-orang kenal itu adalah computer engineering alias rekayasa perangkat lunak.

Ketebak dong kalau udah gini pasti bahasan selanjutnya adalah soal perangkat lunak. Kita ambil definisi sederhana yaa, soalnya kalau ambil definisi di wikipedia atau kamus malah pusing. Perangkat lunak = pengolah data. Dah sesederhana itu. Kenapa disebut lunak? Karena ga bisa diwujudkan secara fisik dan harus berjalan di atas perangkat keras kayak komputer, smartphone, dan lain-lain.

Sadar ga sih kalau semua aplikasi di smartphone kamu itu pengolah data? Jangan persempit definisi data cuma buat hal-hal bersifat statistik dan diolah di Microsoft Excel yaa, no. Misal nih, Instagram mengolah data visual (foto dan video) dan tulisan (caption). Gojek atau Grab mengolah data lokasi (driver dan penumpang) kemudian dihitung jaraknya dan lain-lain.

Lanjut. Trus apa dong kerjaan anak-anak IT? Coba simpulin deh :p Yakin ga bisa nyimpulin? Masih harus dituntun nih buat sampai ke kesimpulan? Duh. Kerjaan anak-anak IT adalah menyembangkan perangkat lunak kayak yang udah disebutin tadi. Itulah kenapa aplikasi di smartphone kamu suka dikit-dikit minta update.

Terkait update aplikasi saya mau sedikit menekankan agar kamu lebih rajin melakukannya, jangan males-malesan. Biar apa? Biar saya dibayar 😆. Ga ding canda. Emmm gini deh, misal kamu punya rumah, trus alhamdulillah bisa beli mobil tapi belum punya garasi dan kebetulan masih ada tanah kosong. Apa yang kamu lakukan? Bangun garasi. Ya kira-kira analoginya gitu aja sih, kebutuhan bisnis itu terus berkembang. Isi soal bisnis ya, ada juga soal isu keamanan.

Balik lagi ke pertanyaan “..lo bisa hack-in instagram…“. Untuk menjawab yang ini mari kembali ke analogi rumah. Seneng banget sih bahas-bahas rumah…. Iya dong, biar cepet-cepet bisa bangun rumah sendiri 😇. Saya berasumsi kamu lebih familiar sama proses pembuatan bangunan. Pada proses pembuatan rumah pasti ada orang yang desain dulu. Ada orang yang nyiapin tanahnya. Ada orang yang bikin pondasinya. Ada yang pasang batu-bata. Ada orang yang nge-cat. Ada yang ngurusin kelistrikan, dan lain-lain. Sama aja di dunia IT. Semua punya keahlianya masing-masing.

Tetep ga jawab pertanyaan hack maliiih! 🙃 sori-sori. Jawabannya saya ga bisa karena bukan keahlian saya. Saya mungkin ngerti hal-hal terkait keamanan data, hal-hal yang bikin lemah keamanannya, tapi tetep aja cuma kulit luarnya. Poin yang mau saya sampaikan adalah setiap bidang keilmuan itu luas dan ga mungkin seseorang menguasai setiap aspeknya. Ada yang namanya spesialisasi.

Sekian cerita keresahan tentang ini, semoga setelah ini makin banyak orang yang understanding informatics. Boleh loh share di kolom komentar kalau punya pengalaman yang sama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 + eight =

Pin It on Pinterest

Sharing is Awesome!

Like the Post? Share it with your friend or family (☞゚ヮ゚)☞ ☜(゚ヮ゚☜)