teknik-informatika-itb
Featured,  Worthy

Teknik Informatika ITB – A Snapshot of Why, What, and How

Halo semua. Sesuai janji saya di artikel sebelumnya, kali ini saya akan coba ceritaiin secara singkat pengalaman menempuh pendidikan di Teknik Informatika ITB. Saya akan coba kupas alasan memilih jurusan ini, apa aja yang didapetin, dan bagaimana cara survive kuliah di sini. Disclaimer dulu ya, tulisan ini adalah pandangan pribadi berdasarkan pengalaman saya. Tujuan saya nulis ini bukan buat promosi atau sombong, melainkan murni ingin berbagi. Semoga bermanfaat ๐Ÿ˜‡.

Why

Kenapa ya dulu pilih Teknik Informatika ITB? Karena dulu pas lulus SMA, STEI ITB adalah salah satu fakultas non-kedokteran yang punya passing grade tertinggi di Indonesia ๐Ÿคฃ. Ga ga ga, canda, bukan karena itu. Oiya, buat yang belum tahu, STEI (Sekolah Teknik Elektro dan Informatika) adalah fakultas yang menaungi jurusan Teknik Informatika. Jadi, kalau di ITB, tahun pertama belum masuk jurusan, mahasiswanya harus menjalani program penyetaraan dulu, namanya TPB.

Back to topic, saya punya beberapa alasan kenapa memilih STEI dan akhirnya Teknik Informatika sebagai tempat kuliah. Pertama, saya amaze sama Bill Gates dengan Microsoft-nya, bukan cuma kekayaanya tapi juga produknya. Menurut saya Microsoft punya economic moat yang keren abis, produk-produknya bisa menguasai pasar, sebut saja Microsoft Office. Hal inilah yang pada akhirnya menuntun saya untuk tertarik dengan hal-hal yang berbau teknologi.

Kedua, saya pilih Teknik Informatika karena sesuai dengan hasil psikotes ๐Ÿ™ˆ. Terlihat mainstream dan tidak kuat yaa, tapi jangan salah. Psikotes itu penting ketika kamu sendiri belum bisa mengidentifikasikan passion yang ada di dalam diri. Tetep sih, the best starting point is passion. Waktu SMA hal yang paling saya suka adalah matematika. Cuma waktu itu, saya berpikir ga mau berkecimpung di dunia matematika murni. Saya lebih suka matematika terapan, dan kebetulan Teknik Informatika adalah salah satunya.

Terakhir, saya pilih Teknik Informatika karena data is the new oil. Masih inget kan di artikel yang udah saya mention di awal, informatika itu deal with data. Artinya apa? Artinya di masa depan (ini pikiran saya waktu SMA, berarti masa depan adalah sekarang) orang-orang lulusan Teknik Informatika akan sangat dibutuhkan. Alhamdulillah, pikiran polos saya waktu SMA itu cukup terbukti. Bisa dibilang, siapa yang punya data adalah penguasa industri, sebut saja Google. Ada yang tertarik ga saya nulis tentang “data is the new oil” ? Komen yaaa.

What

Apa aja yang akan kamu dapetin kalau kuliah di Teknik Informatika ITB? Menurut saya cuma dua poin yang paling utama, yaitu pola pikir dan kesempatan bereksplorasi.

Teknik Informatika membangun pola pikir algoritmik. Menyelesaikan permasalahan dengan langkah-langkah yang runtut dan komprehensif. Memecah masalah besar menjadi masalah-masalah kecil yang bisa lebih mudah diselesaikan sehingga pada akhirnya masalah utamanya teratasi. Menerapkan paradigma-paradigma yang sudah teruji untuk memecahkan suatu masalah. Paradigma ini digunain sebagai kerangka berfikir yang menuntun kita ke solusi dari permasalah.

Terkait eksplorasi, saya bilang ini kesempatan karena ini adalah pilihan. Ada banyak topik yang dikenalkan di Teknik Informatika. Ada data, sistem jaringan, ada kecerdasan buatan, computer vision, dan lain-lain. Ga mungkin saya sebut satu-satu. Teknik Informatika memberi kesempatan kepada mahasiswanya untuk mengeksplorasi lebih dalam terkait topik yang mereka sukai. Fasilitas ada, rekan ada, pembimbing untuk ditanya-tanya ada, koneksi dengan dunia luar (industri atau kampus lain) ada. The choices is yours.

How – Tips di Teknik Informatika ITB

1. Jangan ansos ๐Ÿ˜†

Seriously? Iya serius. Ini emang udah jadi steriotip buat anak-anak Teknik Informatika dari kaca mata orang luar, entah mengapa. Efeknya apa? Efeknya orang-orang yang mau masuk bakal berpikir kayak gini “ah ntar ansos juga ah”. Padahal ga gitu juga cuy. Kamu punya kesempatan yang luas untuk membangun koneksi pertemanan, ini penting, do it.

2. Jangan cuma copy-paste kode dari hasil googling

Setiap tugas diberikan untuk membangun pola pikir. Seperti yang udah saya jelasin sebelumnya, hal inilah yang dibangun di kuliah. Teknologi terus berkembang, crazy cuy, super cepat. Bahasa pemrograman muncul dan menghilang silih berganti. Ga ada gunanya jago Java kalau disuruh switch ke bahasa lain ga bisa.

3. Jangan antipati sama gaming

Saya ga nyuruh kamu candu sama game loh ya, saya cuma nyaranin buat ga antipati. Kenapa? Karena game itu mengasah otak untuk berpikir kreatif dan cekatan. Game, kyk DOTA, juga bisa mendukung poin 1. Lagian game diciptakan untuk menghibur, kita butuh hiburan.

4. Ikut lomba

If you meet valuable opportunity in front of you, then take it and think about how to do it later. Katakan lah bentar lagi ada Image Cup, cepet-cepet bentuk tim, cari ide, trus daftar. Ga usah peduli bakal menang atau kalah. Ini adalah salah satu penyesalan saya, jangan ikutan-ikutan mengabaikan peluang lomba ya.

5. Sharing is caring

Kalau saya bisa kembali ke masa lalu (ga usah halu man ๐Ÿ˜’), saya akan mulai lebih awal serius nulis blog yang bermanfaat. Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Jangan berhenti berbagi, karena sejatinya berbagi tidak mengurangi hal yang kamu punya sedikitpun, apalagi ilmu. Azeeek.

Wah panjang juga ya ternyata. Sekian dulu deh sharing kali ini. Tulisan ini adalah tulisan pertama di kategori worthy, semoga memang berfaedah. Stay tuned!.

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × 4 =

Pin It on Pinterest

Sharing is Awesome!

Like the Post? Share it with your friend or family (โ˜ž๏พŸใƒฎ๏พŸ)โ˜ž โ˜œ(๏พŸใƒฎ๏พŸโ˜œ)