pengalaman-perpanjang-passport
Daily Life

Pengalaman Perpanjang Paspor Elektronik

Kali ini saya pengen berbagi cerita tentang pengalaman perpanjang paspor elektronik yang lumayan smooth. Cukup membuat saya amaze sama layanan publik yang satu ini. Saya perpanjang paspor kira-kira akhir Mei tahun ini, 2019. Awalnya, alasan perpanjang paspor adalah karena pengen ikut konferensi di SG sekitar bulan September, tapi ga jadi 😔. Gpp sih, masih ada konferensi-konferensi yang lain, lagian ga ada salahnya perpanjang daripada keburu habis dan harus bikin baru.

Selain karena amaze sama layanan publik di imigrasi, tulisan ini juga ada karena banyak temen-temen yang nanyain tentang cara perpanjang atau bikin paspor. Ada juga yang penasaran beda paspor elektronik dan biasa. Keuntungan-keuntungan paspor elektronik, dan lain-lain. Jadi, saya harap tulisan ini bermanfaat buat kamu yang berencana memperpanjang atau bikin paspor baru.

Kenapa Paspor Elektronik?

Well, sebelum memutuskan untuk memilih paspor elektronik saya udah coba cari-cari di Goolge tentang pengalaman dan alasan orang memilih paspor elektronik. Hanya saja, saya ga nemu jawaban yang membuat memuaskan. Trus kenapa tetep bikin yang elektronik? Biar keren 🤣. Alasan yang sungguh nir-faedah. Canda, ya biar bisa share di sini lah.

Tapi tapi, sebagai gambaran, keuntungan membuat paspor elektronik adalah kita bisa dapet akses ke beberapa negara tanpa VISA, salah satunya Jepang. Tapi tetep, kita harus mengajukan claim ke kedutaan besar Jepang untuk mendapatkan keistimewaan itu. Selain itu, beberapa negara juga mempermudah proses pengajuan VISA kalau paspor kita elektronik. Dan yang terakhir, bandara-bandara di luar negeri punya gate khusus di bagian imigrasi buat paspor elektronik. Tinggal scan and go.

Apa Syarat Pengajuan Paspor Elektronik?

Ga ada perbedaan kebutuhan dokumen buat mengajukan paspor elektronik dan biasa. Kamu cuma perlu bawa paspor lama, e-KTP, uang cash kecil buat photocopy, dan pakaian berkerah. Penting, satu lagi yang harus kita bawa kalau KTP kita beda domisili dengan kantor imigrasinya yaitu surat keterangan bekerja atau ID card. Intinya bukti kita tinggal di domisili saat ini, misal kerja atau kuliah.

Ada lagi sih yang harus disipin buat perpanjang paspor elektronik, duit. Kamu harus merogoh kocek yang lumayan buat meminang, asiiik, paspor elektronik. Biaya pembuatan paspor elektronik itu sekitar 600rb untuk paspor elektronik 48 halaman. Sekedar informasi, paspor biasa dengan jumlah halaman yang sama biayanya sekitar 300rb.

Proses Pengajuan Paspor Elektronik

Ini nih poin utama yang mau saya ceritain, yang di atas cuma bumbu-bumbu biar pengalaman perpanjang paspor elektronik ini lebih utuh.

1. Install aplikasi Layanan Paspor Online

Pertama, kamu harus bikin akun dulu lewat aplikasi ini. Isi data sesuai petunjuk yang disediakan. Kalau udah tinggal pilih deh menu “Antrian Paspor” dan pilih kanin terdekat. Dari aplikasi ini, kamu akan memperoleh jadwal antrean untuk dilayani di hari apa dan jam berapa. Oiya, kuota antrean dibuka setiap hari Jumat jam 14.00 untuk pelayanan di minggu berikutnya. Cuma berdasarkan pengalaman, sering-sering aja cek aplikasinya soalnya suka tiba-tiba ada kuota.

2. Dateng sesuai jadwal antrean

Antrean Imigrasi

Apakah setelah dapet antrean online tidak perlu antre lagi di Imigrasi? PERLU. Trus buat apa dong repot-repot install aplikasi buat antre online, katanya online. 🙄 pukul nih. Antrean online itu buat daftar kuota layanan. Kantor Imigrasi cuma bisa ngelayanin sekian pengajuan paspor dalam sehari. Make sense kan kalau ada antrean online.

Selanjutnya, kamu tinggal scan nomor antrean online dari aplikasi sebelumnya. Ada semacam QR-code gitu yang perlu kita tunjukin ke petugas buat di-scan sekalian serahin dokumen-dokumen yang diperlukan. Setelah itu, kamu bakal dapet nomor antrean lagi dan amplop yang berisi dokumen-dokumen tadi. Tinggal tunggu dipanggil deh. Oiya, antrean yang ini first-come-first-serve yaa. Jadi, kamu dateng sepagi mungkin aja, ga usah ngikutin jam yang ada di antrean online.

3. Foto, bayar, go

Tunggu nama atau nomor antrean kamu dipanggil. Kalau udah dipanggil tinggal masuk ke loket yang sesuai. Di loket ini kamu bakal foto dan scan semua sidik jari, iya semua, tapi cuma jari tangan kok. Catatan penting yaa, kamu punya hak untuk minta retake foto kalau ga puas sama fotonya. Inget, foto ini akan ada di paspor kamu selama 5 tahun ke depan. Jadi, jangan sampai menyesal. Tapi tetep bijak yaa, jangan retake ratusan kali juga, nanti dipukul petugasnya 🤣.

Setelah sesi foto-foto, kita akan dapet nomor pembayaran dan jadwal pengambilan paspor. Paspor biasa butuh 3 hari kerja, sedangkan paspor elektronik butuh 10 hari kerja. Tinggal bayar deh.

Sekian pengalaman perpanjang paspor elektronik. Oiya, saya perpanjang di Kantor Imigrasi Mampang. Saya menyarankan ini buat kalian yang tinggal di daerah Jakarta Selatan. Eh iya, komen dong kalau kalian punya pengalaman perpanjang paspor juga. Atau, mau nanya-nanya juga boleh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × one =

Pin It on Pinterest

Sharing is Awesome!

Like the Post? Share it with your friend or family (☞゚ヮ゚)☞ ☜(゚ヮ゚☜)