nasihat finansial
Anxiety

Nasihat Finansial yang Sering Dilupakan

Beberapa tahun ini isu perencanaan finansial semakin gencar didengungkan di kalangan millennial. Salah satunya oleh akun instagram milik financial adviser Jouska yang gencar memberikan nasihat – nasihat finansial untuk generasi millennial. Sudah pasti akun tersebut sangat hits dan mendapat banyak perhatian. Banyak insight yang diberikan soal kasus korban penipuan, perencanaan keuangan hingga investasi reksadana, sukuk, dan saham. Saya juga banyak belajar tentang investasi dari sini.

Secara pribadi, sebagai salah satu bagian dari generasi millennial, saya masih banyak harus belajar, salah satunya saya mencoba menerapkan prinsip mengelola penghasilan 10 20 30 40. Prinsip yang saya anggap paling membuat saya dapat mengelola penghasilan sekaligus tetap tenang menjalani hidup dan memiliki kesempatan berbuat kebaikan. Tentu sebelumnya saya sudah mencoba beberapa perencanaan finansial yang menurut saya kaku, iya sih bisa nabung banyak tapi hidup jadi ga tenang dan ga bisa gerak karena memang tidak ada sisa uang untuk memenuhi lifestyle.

Buat temen-temen millennial-quh, memiliki visi hidup dan perencanaan keuangan adalah hal yang sangat baik. Kita harus coba lepas dari belenggu YOLO (You Only Live Once) yang mungkin sudah mencari stereotype generasi kita.

Namun demikian, seperti yang juga diceritakan Mb Bouty, salah satu konten kreator favorit saya, terkadang pada titik tertentu nasihat – nasihat finansial yang kita terima dari berbagai sumber akan membuat kita merasa kawatir bahkan ketakutan. Ketakutan tentang apa? Banyak. Misal dari sudut pandang saya ada ketakukan ga bisa punya rumah, ga bisa nabung dana pensiun sehingga gagal memutuskan rantai generasi sandwich, dan lain-lain. Ketakutan – ketakutan ini otomatis muncul ketika kamu memulai untuk menghitung dan belajar mengelola keuangan kamu, coba deh, asli.

Lewat tulisan ini, saya tidak bermaksud untuk mengajak kembali ke belenggu YOLO, tapi saya ingin mengingatkan pada diri sendiri dan juga temen-temen, kadang saat kita sibuk dan tekun merencanakan keuangan, kita lupa sama rencana Tuhan. Ini nasihat yang mungkin terlupakan dan ga ikut didengung-dengungkan. Ketika kita fokus mengelola finansial, kita punya peluang besar kehilangan kesempatan untuk berbuat kebaikan. Kita akan terjerumus menjadi pribadi yang “itung-itungan” dan susah berbagi.

Hal itulah yang membuat saya menyukai prinsip 10 20 30 40, baca deh kalau penasaran. Ditambah kemaren baca tulisan Mb Bouty, jadi makin semangat nulis ini. Jangan lupakan porsi untuk memanjakan diri, menikmati hasil kerja keras kita, jangan lupakan porsi untuk berbuat baik dengan rezeki yang kita peroleh, dan jangan lupa kalau rencana Tuhan di atas segalanya.

Would you let your fear about money become the only drive in your life?

https://www.instagram.com/byputy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × 4 =

Pin It on Pinterest

Sharing is Awesome!

Like the Post? Share it with your friend or family (☞゚ヮ゚)☞ ☜(゚ヮ゚☜)