Jenis-Jenis TOEFL
Worthy

Jenis TOEFL yang Wajib Kamu Ketahui Sebelum Daftar Les

Udah tahu belum jenis – jenis TOEFL? Atau malah belum tahu TOEFL?

TOEFL adalah tes untuk menguji kemampuan Bahasa Inggris lewat serangkaian tes dasar, membaca, struktur bahasa (grammar), mendengarkan, menulis, bahkan berbicara. Tes ini lazim digunakan sebagai syarat buat kamu yang mau kuliah di luar negeri. Tapi, ada juga perusahaan – perusahaan tertentu yang mewajibkan pelamarnya buat punya sertifikat TOEFL, lumayan banyak ya manfaatnya.

Ada baiknya kamu les TOEFL dulu sebelum memutuskan untuk ikut tes TOEFL. Kenapa? Ya sayang aja nanti kalau udah bayar biaya tes tapi hasilnya kurang memuaskan. Nah, tapi sebelum les kamu juga harus tahu dong jenis – jenis tes TOEFL Umumnya ada 3 jenis TOEFL yaitu PBT, CBT, dan iBT. Namun, khusus di Indonesia ada 1 jenis lagi yang biasanya diselengarakan sama perguruan – perguruan tinggi yaitu ITP. Mau tau bedanya ga? Yuk simak pembahasan berikut.

Oiya, jangan lupa buat eksplor lebih banyak tulisan tentang TOEFL di sini ya.

Paper Based Test (PBT)

PBT adalah jenis tes yang paling umum. Tes ini dikerjakan di kertas dengan bentuk pilihan ganda, layaknya tes – tes yang sering kamu ikuti di sekolah. Materi yang biasanya diujikan adalah reading, listening, dan structure. Waktu pengerjaanya 3 jam dengan rentang score 310 – 667.

Bicara soal biaya, tes ini dibandrol dengan harga 450 sampai 500 ribu untuk sekali tes. Gimana? Mahal ya, makanya les dulu biar hasilnya ga mengecewakan.

Computer Based Test (CBT)

Udah kebayang belum dari namanya? Tes CBT adalah tes dengan media aplikasi interaktif yang sudah terinstall di komputer. Materi yang diujikan adalah reading, listening, writing, dan tentu saja structure. Berbeda dengan PBT, tes yang ini memiliki rentang score 30 – 300. Oiya, tes jenis ini udah ga terlalu diminati karena tergantikan sama iBT yang akan dibahas selanjutnya.

Internet Based Test (iBT)

iBT atau yang terkenal dengan sebutan next generation TOEFL adalah tes dengan media komputer dan internet. Jadi apa bedanya dengan CBT? Tes yang ini menggunakan internet yang menghubungkan komputer peserta dengan server tes sehingga validasinya lebih baik. Materi yang diujikan pada tes ini adalah reading, listening, writing, dan coba tebak apa? Speaking, jangan terkejut yaa, kamu pasti bisa.

Tes iBT memang terkenal sebagai tes TOEFL yang paling sudah, dan tentu saja paling mahal. Kamu harus menyediakan 195 USD untuk sekali tes, dikonversi ke rupiah sendiri ya. Rentang score dari iBT adalah 0 – 120 dengan durasi pengerjaan tes 4 – 5 jam.

Institutional Testing Program (ITP)

Tes TOEFL yang terakhir ini spesial. Tes ini biasanya diselenggarakan oleh perguruan tinggi atau lembaga terpercaya dengan soal yang disesuaikan dengan standar internasional. Inget ya, disesuaikan. Hal itu membuat tes ini tidak diakui secara internasional. Tes ini hanya diakui di dalam negeri atau beberapa negara di Asia. Jadi, selalu pastikan perguruan tinggi impian kamu menerima tes jenis ini.

Udah tau belum mau pilih tes yang mana? Semoga tulisan di atas menambah wawasan kamu tentang TOEFL ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6 − 4 =

Pin It on Pinterest

Sharing is Awesome!

Like the Post? Share it with your friend or family (☞゚ヮ゚)☞ ☜(゚ヮ゚☜)