cara mengelola penghasilan
Worthy

Cara Mengelola Penghasilan dengan Prinsip 10 20 30 40

Budgeting itu hal yang krusial loh, kali ini saya mau sharing santai cara mengelola penghasilan dengan prinsip 10 20 30 40. Desclaimer dulu yah, ini cuma saran prinsip budgeting yang bisa kamu aplikasiin, penerapannya bisa disesuaiin lagi dengan kondisi finansial dan kebutuhan kamu. Siap? Eh bentar, biar semangat ada quote menarik niiih.

If you don’t take care of your money, your money won’t take care of you.

Mac Duke The Strategist

Pernah baca quote itu? Nice. Kira-kira itulah alasan pentingnya mengelola penghasilan. Catatan khusus buat millennial squad yang suka dikatain ga aware sama expense and saving, ayo bungkam mereka! Ayo buktiin kalau kita juga bisa mengelola penghasilan dengan baik.

Ada banyak cara mengelola penghasilan yang bisa kamu coba dan sesuaikan dengan kondisi finansial kamu. Salah satu cara yang mau coba dibahas di sini adalah prinsip 10 20 30 40. Apa artinya? Angka-angka itu adalah presentase alokasi pengeluaran yang kalau ditotal hasilnya 100. Oiya, mengelola penghasilan bukan berarti harus hidup hemat dan tidak menikmati hidup sama sekali yaa. Selama kita bisa konsisten mengelola dengan baik, porsi untuk menikmati hidup dalam batasan yang wajar tetap ada. Yuk bahas alokasi-alokasinya.

Cara Mengelola Penghasilan

10 Persen untuk Kebaikan

Berapapun penghasilan kamu, besar atau kecil, please keep in mind, berbagi tidak akan mengurangi rezeki yang kamu peroleh. Sedikitpun engga. Definisi kebaikan ini luas banget yaa, ga terbatas pada donasi di tempat ibadah atau zakat penghasilan. Berbakti kepada kedua orang tua juga termasuk kebaikan. Kamu bisa definisiin sendiri kebaikan menurut value yang kamu pegang.

20 Persen untuk Masa Depan

Nah ini nih penting. Salah satu yang mau saya highlight dari cara mengelola penghasilan. Dalam konteks finansial, tabungan masa depan bisa melingkupi dana darurat, tabungan rumah (buat yang belum punya), dana pendidikan anak, dana pensiun, asuransi, dan lain-lain. Alokasi yang ini bisa kamu tabung dalam beberapa instrumen investasi misal deposito, reksadana, atau saham. Nanti kita bahas lebih lanjut soal ini yaa. Soalnya panjang.

30 Persen untuk Cicilan

Walaupun tidak disarankan, namun memiliki cicilan yang bersifat kebutuhan dan produktif masih dikategorikan sebagai hal yang baik. Inget yaa, cicilan untuk kebutuhan non-konsumtif. Contoh, cicilan untuk rumah (kalau kamu memilih untuk KPR setelah pertimbangan yang matang), cicilan hutang usaha, dan lain-lain.

40 Persen untuk Kebutuhan

40 persen adalah presentase yang ideal untuk memenuhi kebutuhan bulanan kamu seperti sewa tempat tinggal (buat yang belum punya rumah), makan, transportasi, belanja, rekreasi, dan lain-lain. Semua hal yang sifatnya pokok sampai yang hanya gaya hidup bisa dimasukkan dalam alokasi ini.

Sekian sharing kali ini, semoga bermanfaat yaa. Inget ya ini cuma saran, belum tentu bisa langsung diaplikasiin di kehidupan kamu karena bisa aja kamu memiliki kondisi finansial khusus. Misal nih, kamu cuma butuh 10 persen dari penghasilan kamu buat memenuhi semua kebutuhan bulanan kamu. Yaudah dibalik aja 😄. 40 Kebaikan, 30 Masa Depan, 20 Cicilan, 10 Kebutuhan. LOL.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seventeen + eighteen =

Pin It on Pinterest

Sharing is Awesome!

Like the Post? Share it with your friend or family (☞゚ヮ゚)☞ ☜(゚ヮ゚☜)